Sabtu, 02 April 2016

Anak

Masih dalam konteks anak2..

Suatu sore yg syahdu, waktu selesai makan disalah satu restoran kecil di daerah bintaro.. tak sengaja ku tengok ke sebelah kananku ada seorang anak laki2 yg mencoba mengeluarkan barang2 dr plastik yg ia bawa. sepertinya ia masih sekitar seumuran anak smp. Ku perhatikan secara detail dibawanya 3 plastik hitam dan ia mengeluarkan seperti terpal bekas pakai yg sudah di gunting menjadi 2 persegi. Ia keluarkan satu, digelarnya dihadapan dan tak lama ia keluarkan lagi satunya digelarnya untuk dia duduki. Sambilku terus berfikir apa yang akan ia lakukan dengan kedua terpal dan plastik2 itu??
Lalu ia buka plastik yg satunya dan ternyata ku lihat ia mengeluarkan beberapa topeng mainan anak kecil bergambar superhero. Aaa ternyata dia berjualan mainan anak2, tapi kenapa ia berjualan di pinggir tempat makan seperti ini?? Apakah ada yg membeli?? Karena ia duduk sedikit agak ke dalam dan kurang terlalu terlihat oleh orang2. Yaa memang di dekat situ ada taman yg ramai orang kunjungi. Dan masih ku perhatikan ia menyusul mengeluarkan beberapa gelas plastik bekas air mineral, dan ia susun di terpal yg ia gelar dan ternyata dikeluarkannya lagi sebuah plastik yg berisi air warna merah dan hijau. Ku tebak itu adalah mainan anak2, yaa itu adalah balon yg dibuat dengan sabun pencuci pakaian jaman dulu (sabun colek) dan beberapa peras daun bunga sepatu untuk menghasilnya busanya. (Hihi pernah belajar buat itu dulu untuk mainan)
Lagi-lagi mirisku melihat anak2 yg mau berjualan di tempat seperti itu. Dia tidak malu, dia tidak canggung. Malu, sakit, seumuran dia aku cuma bisa meminta kepada kedua orangtua. bahkan aku seperti di pukul, seperti di sadarkan oleh apa yg selama ini aku punya, selama ini aku terima. Semuanya adalah nikmat yg Allah berikan kepadaku bahkan lebih dari cukup.
bergegas ku bayar makanan yg ku makan dan menghampiri anak itu, sedikit percakapan ku tanya ia harga bubble mainan itu berapa..
Kamu bikin sendiri?? Iyaa ka..
Oo.. ini kamu jualan gini setiap hari?? Kalo sabtu minggu sore sama pagi ka..
Kamu sekolah?? Sekolah ka, masuk siang tapii.. kelas berapa? Kelas 2 smp ka..
Banyak yg beli? Yaa.. lumayanlah ka kalau buat jajan2..
Ini bikinnya pakai sabun colek doang, atau pakai daun juga? Iya ka pakai daun kembang sepatu..
emang rumahmu dimana?? Deketkah??
Disana ka sambil menyebutkan nama wilayah tempat tinggalnya dan ternyata lumayan jauh dr tempat ia jualan..
lagi-lagi aku salut denganya, salut dengan cara ia meluangkan waktunya dengan bermanfaat dan tidak menyusahkan orangtua.. disaat anak2 seumuran ia dengan asik bermain, menghabiskan uang orangtua untuk jalan, ngumpul dengan teman2 bahkan sampai dengan tawuran..
Semoga pembaca tidak seperti itu yaa..

Rach 😊

Rabu, 30 Maret 2016

Kasih sayang orangtua??

Aunty.. mau kemana??mau pulang.. Aunty aku ikut aunty pulang aja ya..

Seorang anak kecil berusia 2tahun melontarkan kalimat itu.. sejenak aku terperangah mendengarnya, terbelalak mataku, teriris iris hati kecilku..

Anak kecil berusia 2th yg hampir setiap hari ditinggal oleh ibu dan bapaknya untuk pergi mencari nafkah.. sabtu minggupun tak tentu karena profesi sang ibu ialah seorang dokter..
Entah aku harus menyalahkan siapa.. tapii
Merelakan waktu dengan anaknya terbuaNg begitu saja demi melayani orang lain yg lebih membutuhkan?? sungguh sangat posisi yg sulit namun sang anak?? Orangtua akan melewati moment berharga dengan anaknya yg tidak akan terjadi dua kali.. karena meskipun nanti si mungil mempunyai adik tetap saja setiap anak berbeda..

Terlihat kemurungan di wajah si mungil itu, terlihat kesedihan dalam hatinya..

Wahai para orangtua, sesibuk apapun pekerjaan.. sesibuk apapun aktifitas anda.. luangkan waktu dan mengobrolah setidaknya 15menit sehari agar anak tidak merasa sendirian, agar anak tidak merasa di duakan..

Semoga para orangtua bisa memahami dan mengerti akan kondisi anak yg semestinya hanyalah sebuah kasih sayang dr orangtua yg sangat berarti dari harta apapun di dunia ini..

Salam Rach' 😊😉